Hai mama! Gangguan Emosi Pada Anak merupakan perasaan atau emosi pada anak yang diakibatkan oleh suatu perasaan tidak senang, tidak puas, takut, merasa tertekan dan perasaan lainnya yang berhubungan dengan ketidakbahagiaan yang dialami anak karena sikap-sikap yang ia terima dan ia rasakan atau pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya. Perasaan tidak senang anak terhadap sesuatu tersebut kalau dibiarkan akan menyebabkan gangguan emosi dan pada akhirnya akan berdampak pada perubahan-perubahan perilaku anak yang cenderung berlaku negatif, melawan perintah dan prilaku lainnya yang dianggap menyimpang dari perilaku anak yang normal.
Gangguan emosi terkadang sulit dilihat pada seorang anak terutama anak yang pendiam. Namun gangguan tersebut dapat dilihat dari gejala-gejalanya, diantaranya:
1. Tingkah laku agresif dan merusak
Tingkah laku anak ada saatnya agresif dan merusak, hal ini merupakan prilaku normal dari setiap anak, namun kalau perilaku agresif terjadi terus menerus setiap hari, dan biasanya didiringi tindakan perusakan merupakan gejala adanya Gangguan Emosi Pada Anak.
2. Berbohong
Anak yang berbohong dapat diteliti apakah ia sekali-kali berbohong atau sering berbohong, kalau ia berbohong sekali-kali hal ini biasanya diakibatkan karena fantasi anak yang belum bisa berfikir logis, anak sering menyatakan sesuatu kejadian namun dalam pikirannya terlintas berbagai fantasi sehingga yang ia katakan terkesan bohong karena bercampur fantasi tersebut. Hal ini normal untuk anak kecil yang belum bisa berfikir secara obyektif. Anak kadang berbohong karena takut, misalnya ia takut dimarahi sehingga ia terpaksa berbohong. Gejala yang berhubungan dengan gangguan emosi adalah bohong yang dilakukan anak secara terus-menerus, apa yang ia katakan selalu bohong, hal ini merupakan perilaku yang harus diteliti dengan cermat dan dicari penyebabnya.
3. Mencuri
Sama seperti anak yang berbohong, seorang anak kadang-kadang mencuri untuk membeli sesuatu yang ia inginkan namun tidak dibelikan oleh orang tuanya, atau ia mencuri untuk mencari perhatian orang tua, atau motif lainnya seperti mencuri atas desakan pihak lain misalnya temannya untuk membeli sesuatu, ia mencuri untuk menyenangkan hati teman-temannya atau karena takut dimarahi atau dikucilkan teman-temannya. Anak yang mencuri secara terus-menerus, dimana pun ia berada selalu mencuri, di rumah, di sekolah, di tempat perbelanjaan dan lainnya, merupakan gangguan emosi yang harus dicari penyebabnya dan segera diobati.
4. Kesulitan belajar
Anak-anak biasanya akan belajar sesuai perkembangannya. Anak-anak dilihat dari segi pembawaannya sangat giat belajar, misalnya belajar berdiri, kalau jatuh ia bangun lagi, jatuh lagi dan berdiri lagi, hal ini berlangsung terus menrerus dan ini menandakan seorang anak sangat giat belajar sebagai pembawaann atau tugas dari perkembangannya. Anak yang sulit belajar adakalanya karena harapan orang tua terlalu tinggi sehingga anak tidak dapat mencapai harapan tersebut, namun kesulitan belajar yang terus menerus merupakan gejala Gangguan Emosi Pada Anak, terkadang anak sengaja berbuat seperti itu karena dengan lambatnya ia menguasai suatu keterampilan ia akan sangat tergantung pada orang tuanya.
5. Amarah
Amarah yang dilancarkan anak ada yang keluar melalui kelakuan merusak, ada yang dilampiaskan dengan tangisan, kadang anak menangis sampai biru dan ada juga yang menangis sampai pingsan. Amarah merupakan sebuah Gangguan Emosi Pada Anak yang harus diatasi dengan pengertian yang baik dari ibunya. Anak-anak yang sedang marah dan melakukan perbuatan merusak, lalu ia dihukum karena perbuatannya, maka hukuman itu akan mengakibatkan gangguan emosi dalam bentuk yang lain.

Posting Komentar